MEMÉRSIB.ID — Kebanggaan Bobotoh terhadap PERSIB ternyata bukan hanya soal tim utama. Kali ini, giliran Maung Ngora yang membawa kabar gembira setelah berhasil mengangkat trofi Piala Soeratin U15 2026.
Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa karena menjadi catatan bersejarah bagi pembinaan pemain muda PERSIB. Perjuangan para pemain di tingkat nasional pun mendapat sambutan hangat saat mereka kembali ke Bandung.
PERSIB U15 memastikan gelar juara setelah mengalahkan Bali United dengan skor 3-0 pada partai final. Pertandingan berlangsung di PSSI Training Center, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat, 23 Oktober 2026.
Kemenangan itu menjadi bukti bahwa proses pembinaan di lingkungan PERSIB terus menghasilkan talenta yang mampu bersaing di level nasional.
Baca Juga:
Manajemen PERSIB Sambut Kepulangan Juara Maung Ngora
Setelah menuntaskan perjuangan di putaran nasional, rombongan PERSIB U15 tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Senin, 26 Oktober 2026.
Kedatangan mereka disambut Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, bersama jajaran staf pelatih Youth Development Program of PERSIB serta orang tua pemain.
Suasana penyambutan menjadi momen spesial bagi para pemain muda. Bukan hanya karena membawa pulang gelar juara, tetapi juga karena kerja keras mereka mendapat perhatian langsung dari keluarga besar klub.
Adhitia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Maung Ngora.
Ia menilai gelar juara ini menjadi pencapaian penting bagi pembinaan pemain muda PERSIB sekaligus menambah kebanggaan warga Bandung, kota yang dikenal dengan julukan The City of Champions.
Bukan Sekadar Trofi, Ada Perjuangan Panjang di Baliknya
Perjalanan menuju gelar juara menuntut para pemain melewati proses panjang dan kerja keras. Latihan, kedisiplinan, kerja sama tim, hingga dukungan orang-orang terdekat menjadi bagian dari perjalanan menuju podium juara.
Karena itu, manajemen tidak ingin pencapaian tersebut berlalu begitu saja. Sebagai bentuk perhatian, PT PERSIB Bandung Bermartabat memberikan kadeudeuh kepada skuad U15.
Adhitia menyerahkan apresiasi tersebut kepada Direktur Youth Development Program of PERSIB, Zaenal Arif.
Bagi manajemen, penghargaan ini bukan semata-mata soal materi. Ada pesan bahwa setiap usaha dan pencapaian pemain muda mendapat tempat dalam perjalanan besar PERSIB.
Adhitia juga memberikan penghargaan kepada para orang tua yang selama ini mendampingi anak-anak mereka. Dukungan keluarga punya peran penting dalam menjaga semangat pemain, terutama ketika harus menjalani latihan dan pertandingan yang tidak selalu mudah.
Baca Juga:
Doa Bersama dan Apresiasi untuk Bobotoh
Manajemen, pemain, staf pelatih, dan orang tua juga menggelar doa bersama untuk mensyukuri keberhasilan PERSIB U15.
Dalam kesempatan itu, keluarga besar PERSIB turut mendoakan mendiang Arief Rahman Kusuma, Bobotoh asal Bogor yang telah berpulang.
Momen ini memperlihatkan bahwa kebersamaan di lingkungan PERSIB tidak hanya hadir ketika merayakan kemenangan. Ada pula ruang untuk saling menguatkan dan mengenang mereka yang menjadi bagian dari keluarga besar Maung Bandung.
Jadi Motivasi untuk Generasi PERSIB Berikutnya
Zaenal Arif yang akrab disapa Abo menyampaikan terima kasih kepada manajemen PERSIB atas dukungan dan perhatian terhadap para pemain serta tim pembinaan.
Ia berharap pencapaian ini menjadi tambahan semangat bagi seluruh pemain untuk terus berkembang. Gelar juara bukan alasan untuk cepat puas, melainkan dorongan agar mereka semakin rajin berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Ia juga berharap keberhasilan PERSIB U15 bisa memacu semangat pemain U16, U18, dan U20 yang tengah berjuang di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) ONE musim 2026/2027.
Keberhasilan Maung Ngora di Piala Soeratin 2026 sekaligus memberi gambaran tentang pentingnya pembinaan berjenjang. PERSIB membutuhkan regenerasi yang kuat agar talenta muda punya kesempatan berkembang dan suatu hari bisa melangkah lebih jauh bersama tim kebanggaan Jawa Barat.
Bobotoh punya alasan untuk ikut bangga. Sebab, masa depan PERSIB bukan hanya bergantung pada pemain yang tampil hari ini, tetapi juga pada generasi muda yang terus klub bina untuk meneruskan perjuangan Maung Bandung.
Maung Ngora sudah menunjukkan hasil dari perjuangannya. Ayeuna waktuna terus melangkah, ulah gancang ngarasa cukup. Trofi pertama bisa menjadi awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.




