MEMÉRSIB.ID — Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Tobias Ginanjar, meminta kepolisian mendalami dugaan keterkaitan pelaku pembacokan yang menewaskan seorang Bobotoh remaja, Arief Rahman Kusuma, dengan kelompok suporter sepak bola di wilayah Bogor.
Permintaan tersebut muncul setelah berkembangnya informasi mengenai kemungkinan afiliasi pelaku. Tobias mengungkapkan bahwa pihak Viking menerima informasi dari hasil koordinasi dengan Bobotoh Bogor dan pengurus Jakmania Bogor.
Viking menerima informasi yang mengindikasikan dugaan hubungan pelaku dengan kelompok suporter klub asal Bogor yang kini tidak lagi berlaga di Liga 1.
Meski demikian, Tobias menegaskan bahwa informasi tersebut belum tentu benar. Karena itu, ia meminta polisi mendalami kasus tersebut agar publik mengetahui identitas dan latar belakang pelaku secara jelas.
Menurutnya, polisi perlu memberikan informasi yang jelas agar spekulasi di kalangan suporter tidak berkembang dan memicu persoalan baru.
Viking Minta Bobotoh Tidak Terpancing
Sebelumnya, Tobias juga mengingatkan Bobotoh agar tidak terpancing emosi maupun melakukan tindakan balasan atas meninggalnya Arief.
Dalam pesannya kepada Bobotoh, Tobias meminta seluruh anggota komunitas tetap menahan diri dan menunggu proses hukum berjalan.
“Barudak tahan ya, jgn melakukan hal yg dpt memicu konflik baru. Kita sabar tunggu pernyataan resmi dr pihak kepolisian…”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Viking menginginkan keadilan bagi korban tanpa membuka ruang bagi konflik antarsuporter.
Baca juga: El Clasico Indonesia: Rivalitas Boleh Panas, Kebencian Tak Harus Diwariskan
Polisi Sebelumnya Mengungkap Motif Pelaku
Di sisi lain, kepolisian telah mengungkap perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Menurut Polres Bogor, MIR (29) diduga menyerang korban karena tersulut emosi saat melihat rombongan pengendara sepeda motor melintas.
Polisi juga menyampaikan bahwa pelaku bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola mana pun.
Publik perlu mencermati keterangan tersebut bersama informasi dari Tobias. Namun, polisi perlu menelusuri dugaan afiliasi tersebut untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima Viking.
Baca juga: Fanatik Boleh, Goblog Jangan!
Karena itu, publik belum bisa menyimpulkan bahwa pelaku membacok Arief sebagai bagian dari bentrokan atau aksi yang mengatasnamakan kelompok suporter tertentu.
Keadilan untuk Arief, Bukan Konflik Baru
Meninggalnya Arief Rahman Kusuma menjadi duka bagi keluarga korban dan komunitas Bobotoh. Peristiwa ini sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan suporter harus menjadi perhatian bersama, termasuk ketika mendukung PERSIB di luar stadion.
Bagi Viking, pengungkapan kasus secara menyeluruh merupakan hal yang penting agar keluarga korban mendapatkan keadilan dan tidak muncul prasangka yang justru memperkeruh keadaan.
Baca juga: Bus Persib EPA U-18 Diserang di Batang
Kini, perhatian tertuju pada proses hukum dan pendalaman kepolisian terhadap latar belakang pelaku.
Bobotoh tentu menginginkan keadilan bagi Arief. Namun, semua pihak harus memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum, bukan membalas tindakan tersebut hingga menimbulkan korban baru.




