Persijap vs Persib: Cari Identitas dan Tenaga

Memérsib Preview


Persib datang ka Jepara dengan urusan sendiri. Setelah perjalanan dari Seoul, Maung Bandung sedang mencari cara menjaga tenaga, sementara Persijap masih mencari identitas.

Dua laga awal belum berpihak kepada Persijap. Kalah 0-2 dari Madura United, lalu kalah 0-1 dari Borneo FC. Belum mencetak gol, belum dapat poin.

Sekarang ada perubahan di bangku pelatih. Mario Lemos mengambil posisi sebagai pelatih kepala. Jadi, laga melawan Persib bukan cuma soal mengejar poin pertama. Ini juga kesempatan buat Persijap menunjukkan apakah ada wajah baru setelah pergantian tersebut.

Tapi Persib datang bukan dalam kondisi ideal.

Dari Seoul OTW ke Jepara

Persib baru saja melewati malam besar di Seoul.

Menang 1-0 atas FC Seoul di ACL Two tentu jadi modal kepercayaan diri. Tapi setelah itu, perjalanan belum selesai. Persib harus kembali ke Indonesia dan langsung bersiap menghadapi Persijap.

Jadwalnya padat. Recovery jadi persoalan.

Beckham Putra juga mengakui kondisi fisik pemain perlu dijaga. Dalam situasi seperti ini, latihan keras bukan selalu jawaban. Istirahat justru jadi bagian penting dari persiapan.

Jadi, pertanyaannya bukan cuma Persib bisa menang atau tidak?

Tapi, sanggupkah Persib menang tanpa menghabiskan terlalu banyak tenaga?

Persijap Pasti Ngegas

Persijap punya alasan untuk bermain lebih berani.

Mereka butuh gol, butuh poin dan butuh momentum.

Apalagi main di Gelora Bumi Kartini. Kalau sejak awal Persijap bisa membuat pertandingan cepat, Persib bisa dipaksa bekerja lebih keras.

Di sisi lain, Persib mungkin tidak perlu pipilueun.

Setelah perjalanan Seoul, mengontrol tempo bisa jadi lebih penting daripada terus mengejar permainan dengan intensitas tinggi.

Persijap butuh pertandingan yang hidup, sementara Persib butuh pertandingan yang terkontrol.

Nah, palebah sini menariknya.

Tong Nganggap Énténg

Ada satu hal yang juga kudu diinget Bobotoh.

Persijap pernah bikin Persib kesulitan. Musim lalu mereka bahkan menang 2-1 di Jepara, sebelum pertemuan berikutnya berakhir 0-0.

Jadi meskipun Persijap datang dengan dua kekalahan, bukan berarti laga ini otomatis gampang.

Mereka sedang mencari bentuk.

Persib sedang mencari tenaga.

Dan di Jepara, bisa jadi bukan tim yang paling banyak menyerang yang menang, tapi tim yang paling pintar membaca pertandingan.

Persib datang membawa modal Seoul. Persijap datang membawa rasa lapar.

Ayeuna tinggal urang tingali, saha nu leuwih siap?.


Bagikan artikel ini

Ikuti Saluran WhatsApp MEMÉRSIB

Dapatkan update terbaru seputar Persib Bandung.

Ikuti Saluran WhatsApp →

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *