MEMÉRSIB.ID Cibinong, — Ada semangat yang ikut bergerak dari beberapa kota di Jawa Barat menuju Bogor. Bukan sekadar perjalanan untuk menonton sepak bola, melainkan upaya Bobotoh menemani PERSIB saat menghadapi Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Ahad malam, 25 Oktober 2026.
Laga pekan ketujuh Super League 2026/2027 ini menghadirkan cerita menarik. Garudayaksa bertindak sebagai tuan rumah, tetapi dukungan Bobotoh berpeluang menciptakan atmosfer biru yang kuat di tribun.
Antusiasme itu terlihat dari laporan media mengenai permintaan tiket yang tinggi. Sejumlah kelompok suporter bahkan membuka pemesanan perjalanan menuju Bogor. Vivagoal melaporkan alokasi tiket untuk Bobotoh menembus 10.000 tiket dan menyebut kabar bahwa tiket tersebut telah habis terjual.
Bagi Bobotoh, perjalanan ke Pakansari membawa satu pesan sederhana: PERSIB tidak berjalan sendirian.


Bobotoh Datang, Semangat Maung Bandung Bertambah
PERSIB membutuhkan respons positif setelah kekalahan 0-1 dari Madura United pada pertandingan sebelumnya. Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi skuad asuhan Igor Tolic untuk memperbaiki permainan sekaligus kembali mengejar poin.
Karena itu, dukungan dari tribun punya arti tersendiri. Nyanyian, syal biru, dan sorakan suporter bisa menambah energi pemain ketika pertandingan berjalan ketat.
Igor Tolic juga menyambut antusiasme Bobotoh. Pelatih PERSIB itu berharap para pendukung datang untuk memberikan dukungan sekaligus membantu tim menjalani pertandingan dengan baik.
Meski demikian, Igor tetap menegaskan bahwa Stadion Gelora Bandung Lautan Api merupakan rumah utama PERSIB. Dukungan di Bogor menjadi tambahan energi bagi Maung Bandung, bukan pengganti identitas kandang mereka.
Di sisi lain, Garudayaksa FC tentu ingin memanfaatkan status tuan rumah. Pelatih Milos Joksic mengakui besarnya basis pendukung PERSIB, tetapi ia tetap menaruh perhatian pada persiapan timnya sendiri.
Situasi tersebut membuat duel di Pakansari memiliki dua sisi: persaingan di lapangan dan semangat suporter di tribun.
Dari Bandung ke Bogor, Bobotoh Tetap Jaga Sikap
Perjalanan tandang bukan hanya soal berapa banyak orang yang hadir. Sikap suporter juga menentukan kesan yang tertinggal setelah pertandingan berakhir.
Sebelumnya, sejumlah kelompok suporter mengikuti deklarasi damai menjelang laga Garudayaksa FC kontra PERSIB. Agenda tersebut melibatkan unsur Bobotoh, Viking, Brigade Garudayaksa, Aksa Mania, Jakmania, serta kelompok suporter lain di wilayah terkait.
Komitmen itu perlu hadir dalam tindakan nyata. Bobotoh bisa menyuarakan dukungan dengan lantang, menghormati suporter lain, mematuhi arahan petugas, dan menjaga fasilitas stadion.
Sebab, kebanggaan terhadap PERSIB tidak berhenti pada hasil pertandingan. Cara mendukung tim juga mencerminkan karakter komunitas yang menghidupkan sepak bola Jawa Barat.
“Gaskeun, Bobotoh! Jaga sora, jaga dulur, jaga ngaran Persib. Menang syukur, tapi sportivitas mah kudu nomor hiji.”
Pesan sederhana itu merangkum semangat tandang: dukung Maung Bandung sepenuh hati tanpa mengorbankan rasa hormat kepada siapa pun.
Pakansari Menanti Perjuangan PERSIB
Pertandingan Garudayaksa FC kontra PERSIB berlangsung pada Ahad, 25 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.
PERSIB membawa misi bangkit setelah kehilangan poin pada laga sebelumnya. Sementara itu, Garudayaksa juga membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki perjalanan mereka di kompetisi musim ini.
Duel ini menuntut fokus sejak menit pertama. PERSIB perlu mengelola permainan, memaksimalkan peluang, serta menjaga konsentrasi menghadapi tekanan tuan rumah.
Di tribun, Bobotoh punya tugas yang tak kalah penting: menyuntikkan semangat, menghormati lawan, dan menjaga suasana tetap kondusif.
Dari Bandung hingga Cibinong, kecintaan terhadap Maung Bandung menyatukan banyak langkah. Pakansari menjadi tempat mereka menunjukkan dukungan, sedangkan perjuangan di lapangan tetap menjadi penentu hasil akhir.
Wilujeng berjuang, PERSIB! Hayu urang dukung ku cara nu hadé. Bandung, Bogor, hiji haté pikeun Maung Bandung!




