Sutiono Lamso: Mesin Gol PERSIB dan Pahlawan Dua Final Bersejarah

Profil Sutiono Lamso, striker PERSIB yang mencetak gol di dua final juara dan membukukan 21 gol pada Liga Indonesia 1994/95.

Sutiono Lamso menempati tempat khusus dalam sejarah PERSIB Bandung. Ia menjadi penyerang utama pada masa kejayaan klub di penghujung era Perserikatan dan awal Liga Indonesia. Dua golnya pada dua final berbeda, ditambah catatan 21 gol pada musim 1994/95, membentuk warisan seorang striker yang menentukan hasil pertandingan besar.

Dari sepak bola antarkampung ke Pro Duta

Sutiono berasal dari wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Sejumlah sumber berbeda dalam menyebut tempat lahirnya secara lebih spesifik: ada yang menulis Banyumas, ada yang menyebut Purwokerto, sementara sumber lain menyebut Cilacap. Karena belum ada dokumen primer yang menyelesaikan perbedaan itu, MEMÉRSIB memilih menyebutnya berasal dari wilayah Banyumas dan tidak mengunci kota kelahiran.

Dalam wawancara Bola.com, Sutiono menceritakan bahwa ia menerima ajakan untuk bermain dalam pertandingan antarkampung di Pangandaran. Penampilannya menarik perhatian orang yang kemudian menghubungkannya dengan Pro Duta, klub anggota kompetisi internal PERSIB. Sekitar 1988 ia mulai bermain untuk Pro Duta. Ia langsung mencetak dua gol pada masing-masing dua pertandingan awalnya.

Produktivitas itu membuat pengurus PERSIB memperhatikannya. Pelatih Nandar Iskandar kemudian memanggil Sutiono untuk masuk persiapan tim senior menghadapi Perserikatan 1989/90. Ia harus menyesuaikan diri dengan pola permainan PERSIB yang menekankan kerja sama dan aliran bola, sekaligus bersaing dengan penyerang lain untuk mendapatkan tempat.

Penyerang utama dan tiga gelar

Sutiono menjadi bagian skuad PERSIB yang menjuarai Perserikatan 1989/90. Menurut penuturannya, ia mencetak 10 gol untuk PERSIB pada musim tersebut. Ia kemudian ikut meraih gelar Perserikatan 1993/94 dan menjadi pemain terbaik turnamen. Pada final melawan PSM Makassar, 17 April 1994, Sutiono mencetak salah satu dari dua gol kemenangan PERSIB.

Prestasi puncaknya datang pada Liga Indonesia edisi perdana 1994/95. PERSIB mengandalkan pemain lokal dan berhasil menembus final melawan Petrokimia Putra. Pada 30 Juli 1995, Sutiono mencetak satu-satunya gol pertandingan yang memastikan kemenangan PERSIB. Gol itu menjadi penanda gelar liga nasional pertama PERSIB pada era kompetisi baru.

Catatan 21 gol dan koreksi status top skor

Pada musim 1994/95, Sutiono mencetak 21 gol untuk PERSIB. Angka itu menjadi rekor gol pemain PERSIB dalam satu musim kompetisi liga yang bertahan lama dan kemudian disamai Sergio van Dijk. Namun, perlu dibedakan antara pencetak gol terbanyak PERSIB dan top skor seluruh liga. Top skor Liga Indonesia 1994/95 adalah Peri Sandria dari Bandung Raya dengan 34 gol. Jadi, 21 gol menempatkan Sutiono sebagai pemain tersubur PERSIB pada musim itu, bukan top skor liga secara keseluruhan.

Catatan lain dari musim berikutnya memperlihatkan konsistensinya. PRFM, dengan merujuk data Persib, mencatat Sutiono membuat sembilan gol pada Liga Indonesia 1995/96. Sumber yang sama menyebut total 41 golnya bersama PERSIB dalam kompetisi Liga Indonesia. Angka total tersebut perlu dibaca dalam cakupan kompetisi yang disebut sumber, bukan sebagai jumlah seluruh gol sepanjang karier di semua turnamen.

Statistik dan batas arsip

Catatan yang dapat ditelusuri dengan cukup kuat mencakup tiga gelar utama PERSIB bersama Sutiono: Perserikatan 1989/90, Perserikatan 1993/94, dan Liga Indonesia 1994/95. Sumber Bola.com menyebut 10 gol pada musim 1989/90, 21 gol pada 1994/95, dan gelar pemain terbaik Perserikatan 1993/94. Arsip pertandingan juga mendokumentasikan gol finalnya pada 1994 dan 1995.

Namun, rekap lengkap penampilan per musim, jumlah caps Timnas, dan gol internasional belum tersedia secara konsisten dalam sumber yang diperiksa. Karena itu, artikel ini tidak mengisi kolom statistik yang belum terverifikasi. Catatan pertandingan yang hilang tidak boleh diganti dengan angka nol atau perkiraan.

Setelah karier bermain

Bola.com pada 2022 menyebut Sutiono menjalani pekerjaan sebagai pegawai negeri setelah meninggalkan sepak bola profesional. Rincian jabatan, tahun pensiun, dan aktivitas kepelatihannya belum cukup kuat untuk disusun sebagai kronologi lengkap. MEMÉRSIB membatasi keterangan pascakarier pada informasi yang telah diterbitkan dan tidak menambahkan cerita yang belum memiliki rujukan.

Dalam ingatan Bobotoh, Sutiono bukan hanya striker dengan catatan gol tinggi. Ia adalah pemain yang mencetak gol penentu pada dua final, dalam dua era kompetisi berbeda. Golnya ke gawang Petrokimia pada 1995 menjadi salah satu momen yang terus hidup dalam sejarah klub. Hiji tajongan, hiji piala, jeung kenangan anu teu gampang leungit.

Catatan sumber dan verifikasi

Rujukan: Bola.com, kisah awal karier dan dua final; Pikiran Rakyat, Raja Gol Maung Bandung; PRFM, catatan gol 1995/96; dan arsip Persib History musim 1994/95.

MEMÉRSIB.ID – Persib Bandung