BIVB

BIVB: Akar Sejarah PERSIB Bandung

Foto arsip pertandingan sepak bola di Bandung pada era 1920-an.
Suasana sepak bola di Bandung pada masa kolonial, ketika perkumpulan sepak bola bumiputra berkembang melalui BIVB. [Foto: AnonymousUnknown author, KITLV A253 – Voetbalwedstrijd te Bandoeng, KITLV 13531, CC BY 4.0]

MEMÉRSIB.ID — Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond (BIVB) merupakan perserikatan sepak bola bumiputra di Bandung yang menjadi akar sejarah PERSIB. Organisasi ini terbentuk pada 5 Januari 1919 melalui pertemuan sejumlah perkumpulan sepak bola di Bandung.

BIVB tidak berdiri sebagai satu klub yang hanya memiliki satu kesebelasan. Sebaliknya, organisasi ini menghimpun berbagai perkumpulan sepak bola bumiputra dalam satu wadah. Kehadirannya menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola masyarakat pribumi di Bandung pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Selain membangun organisasi sepak bola di tingkat kota, BIVB juga mengambil peran dalam perkembangan sepak bola nasional. Pada 19 April 1930, BIVB menjadi salah satu dari tujuh bond yang ikut mendirikan Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia (PSSI).

Karena itu, sejarah BIVB membantu menjelaskan akar organisasi PERSIB sekaligus hubungan sepak bola Bandung dengan lahirnya organisasi sepak bola nasional.

Latar Belakang Pembentukan BIVB

Pada awal abad ke-20, sepak bola berkembang di Bandung melalui berbagai perkumpulan. Masyarakat dari latar belakang berbeda membentuk klub dan mengadakan pertandingan sebagai bagian dari kehidupan olahraga kota.

Namun, perkumpulan sepak bola bumiputra membutuhkan wadah yang dapat menyatukan kegiatan dan kepentingan mereka. Kebutuhan tersebut mendorong sejumlah pengurus klub untuk membangun organisasi bersama.

Dalam konteks itu, Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond hadir sebagai perserikatan yang menghimpun perkumpulan sepak bola bumiputra. Organisasi ini menjadi ruang koordinasi bagi klub-klub yang sebelumnya menjalankan kegiatan masing-masing.

Pembentukan BIVB juga berlangsung ketika masyarakat bumiputra mulai memperkuat organisasi di berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, sepak bola tidak hanya berkembang sebagai olahraga, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan kebersamaan masyarakat.

BIVB Berdiri pada 5 Januari 1919

BIVB terbentuk pada Minggu, 5 Januari 1919. Penetapan tanggal ini mengacu pada penelitian sejarah yang menelusuri pemberitaan surat kabar Kaoem Moeda.

Pada edisi 30 Desember 1918, surat kabar tersebut mengumumkan rencana pertemuan antarklub dan pertandingan pada awal Januari 1919. Selanjutnya, edisi 7 Januari 1919 memberitakan vergadering atau pertemuan pembentukan BIVB yang berlangsung sehari sebelumnya.

Berdasarkan dua pemberitaan tersebut, tim peneliti Universitas Padjadjaran menyimpulkan bahwa pertemuan pembentukan BIVB berlangsung pada 5 Januari 1919.

Pada 17 Desember 2023, manajemen PERSIB mengumumkan hasil penelitian akademik tersebut dan menetapkan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi klub. Keputusan itu menggantikan tanggal 14 Maret 1933 yang sebelumnya digunakan selama puluhan tahun.

Penetapan ini menempatkan BIVB sebagai akar sejarah organisasi PERSIB. Namun, pembentukan BIVB pada 1919 dan penggunaan nama PERSIB pada 1934 merupakan dua peristiwa sejarah yang berbeda.

Tiga Belas Perkumpulan dalam Pembentukan BIVB

Pemberitaan Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919 mencatat keterlibatan 13 perkumpulan sepak bola bumiputra dalam vergadering pembentukan BIVB.

Ketiga belas perkumpulan tersebut meliputi:

  1. KBS.
  2. BB atau Bintang Bandoeng.
  3. STER atau Steeds Trappen en Rennen.
  4. DIANA.
  5. ZWALUW.
  6. BIVC.
  7. BVC.
  8. KVC.
  9. VVC.
  10. VISSER.
  11. NVC.
  12. BROM.
  13. Pasar Ketjil.

Sumber sejarah tersebut juga mencatat sekitar 500 anggota dari berbagai perkumpulan. Sementara itu, sekitar 60 orang menghadiri pertemuan pembentukan organisasi.

Data tersebut memperlihatkan bahwa BIVB lahir dari jaringan sepak bola bumiputra yang telah berkembang di Bandung. Para pengurus perkumpulan kemudian menyatukan kepentingan mereka melalui satu organisasi.

Kehadiran berbagai kelompok itu menjadi fondasi penting bagi perkembangan sepak bola bumiputra di Bandung pada periode berikutnya.

Kegiatan dan Tujuan BIVB

BIVB menghimpun perkumpulan sepak bola bumiputra dalam satu wadah organisasi. Melalui perserikatan tersebut, para pengurus klub dapat membahas kepentingan bersama dan mengembangkan kegiatan sepak bola.

Pemberitaan Kaoem Moeda juga menggambarkan suasana vergadering yang berlangsung pada 5 Januari 1919. Pertemuan tersebut menghadirkan pengurus perkumpulan, perwakilan masyarakat, serta berbagai pertunjukan kesenian.

Setelah acara pembukaan, peserta membahas persoalan dan tujuan pembentukan perserikatan. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pertandingan luar biasa antara KVC dan Zwaluw di lapangan Andir.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa pembentukan BIVB bukan sekadar urusan administratif. Para pengurus juga menghubungkan organisasi dengan kegiatan pertandingan dan kehidupan masyarakat.

Meski demikian, informasi mengenai struktur kepengurusan, jumlah pertandingan, dan daftar lengkap kegiatan BIVB masih memerlukan penelusuran arsip tambahan. Karena itu, pembahasan sejarah organisasi perlu mengutamakan dokumen sezaman daripada mengandalkan cerita yang muncul jauh setelah peristiwa berlangsung.

Tokoh dalam Sejarah BIVB

Sejumlah tulisan sejarah menyebut Syamsudin sebagai salah satu tokoh yang memimpin BIVB. Nama R. Atot juga muncul dalam catatan mengenai perkembangan organisasi tersebut.

Namun, penelusuran mengenai susunan pengurus, masa jabatan, dan hubungan antartokoh masih membutuhkan pemeriksaan dokumen primer. Karena itu, penyebutan nama tokoh harus mengikuti sumber yang secara jelas menerangkan jabatan dan periode keterlibatannya.

Penulisan sejarah yang cermat perlu membedakan informasi tentang pendiri, pengurus, dan tokoh yang kemudian terlibat dalam organisasi penerus. Ketiganya tidak selalu merujuk pada peran yang sama.

BIVB sebagai Salah Satu Pendiri PSSI

Peran BIVB meluas hingga tingkat nasional. Pada 19 April 1930, organisasi ini ikut menghadiri konferensi pembentukan Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta.

Konferensi tersebut melibatkan tujuh bond dari berbagai daerah. Selain BIVB, enam perkumpulan lainnya ialah Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Perserikatan Sepakraga Mataram (PSM), Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB), Madioensche Voetbal Bond (MVB), Indonesische Voetbal Bond Magelang (IVBM), dan Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB).

Ketujuh perkumpulan itu menyepakati pembentukan organisasi nasional untuk mengoordinasikan sepak bola dan kompetisi antardaerah.

Keterlibatan BIVB menunjukkan bahwa sepak bola Bandung sudah memiliki hubungan dengan gerakan organisasi sepak bola nasional sebelum nama PERSIB muncul dalam pemberitaan pada 1934.

Fakta tersebut juga menjelaskan alasan penelitian hari jadi PERSIB menelusuri akar organisasi hingga 1919. Jika BIVB ikut mendirikan PSSI pada 1930, maka akar organisasi yang diakui PERSIB harus mendahului pembentukan PSSI.

Dari BIVB Menuju Perkembangan Organisasi PERSIB

Perjalanan organisasi sepak bola bumiputra di Bandung tidak berhenti pada BIVB. Dalam dekade 1930-an, catatan sejarah juga menyebut keberadaan Persatoean Sepakraga Indonesia Bandoeng (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB).

Ketiga nama tersebut perlu dipahami dalam konteks perkembangan organisasi sepak bola bumiputra. Namun, sumber yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa BIVB secara resmi berganti nama menjadi PSIB melalui satu keputusan organisasi dengan tanggal yang dapat dipastikan.

PSIB dan NVB kemudian terlibat dalam proses penyatuan organisasi yang berkaitan dengan pembentukan PERSIB. Arsip surat kabar Sipatahoenan pada Maret 1934 menjadi salah satu sumber penting untuk menelusuri penggunaan nama PERSIB.

Karena itu, sejarah BIVB perlu dibaca sebagai bagian dari rangkaian perkembangan organisasi yang mengarah pada PERSIB, bukan sebagai satu-satunya nama yang digunakan sepanjang periode tersebut.

Untuk memahami proses pembentukan PERSIB secara lengkap, baca Sejarah PERSIB Bandung.

Penetapan 5 Januari sebagai Hari Jadi PERSIB

Selama puluhan tahun, PERSIB menggunakan 14 Maret 1933 sebagai tanggal hari jadi. Tradisi tersebut berkembang dan menjadi bagian dari identitas sosial klub serta Bobotoh.

Namun, penelitian yang melibatkan akademisi Universitas Padjadjaran menemukan bahwa tanggal 14 Maret 1933 tidak memiliki dukungan sumber sezaman yang cukup kuat sebagai tanggal kelahiran PERSIB.

Tim peneliti kemudian mengkaji sejumlah kemungkinan tanggal dengan menelusuri arsip dan sumber sejarah. Hasil penelitian mengarah pada 5 Januari 1919, yaitu tanggal pembentukan BIVB.

Manajemen PERSIB mengumumkan hasil kajian tersebut pada 17 Desember 2023 dan menetapkan 5 Januari sebagai hari jadi klub.

Perbedaan tanggal ini perlu dipahami secara proporsional. Tanggal 5 Januari 1919 merujuk pada akar organisasi BIVB, sedangkan 14 Maret 1933 merupakan tanggal yang lama digunakan dalam tradisi perayaan klub. Sementara itu, pemberitaan Sipatahoenan pada Maret 1934 menjadi bukti penting dalam penelusuran penggunaan nama PERSIB.

Mengapa BIVB Penting dalam Sejarah PERSIB?

BIVB memiliki posisi penting karena organisasi ini menghubungkan perkembangan sepak bola bumiputra Bandung dengan sejarah PERSIB dan PSSI.

Pertama, BIVB menghimpun berbagai perkumpulan sepak bola bumiputra di Bandung. Organisasi tersebut memperkuat koordinasi dan kegiatan sepak bola masyarakat pada awal abad ke-20.

Kedua, BIVB ikut mendirikan PSSI pada 19 April 1930. Keterlibatan ini menempatkan sepak bola Bandung dalam perkembangan organisasi sepak bola nasional.

Ketiga, penelitian sejarah yang dilakukan Universitas Padjadjaran menggunakan pembentukan BIVB pada 5 Januari 1919 sebagai dasar penetapan hari jadi PERSIB.

Dengan demikian, BIVB bukan sekadar nama organisasi lama. Sejarahnya membantu menjelaskan akar kelembagaan PERSIB dan hubungan klub dengan perkembangan sepak bola Indonesia.

Linimasa Sejarah BIVB

  • 30 Desember 1918: Kaoem Moeda mengumumkan rencana pertemuan antarklub pada awal Januari 1919.
  • 5 Januari 1919: Tiga belas perkumpulan sepak bola bumiputra membentuk BIVB.
  • 7 Januari 1919: Kaoem Moeda memberitakan hasil vergadering pembentukan BIVB.
  • 19 April 1930: BIVB menjadi salah satu dari tujuh bond pendiri PSSI.
  • Dekade 1930-an: PSIB dan NVB muncul dalam perkembangan organisasi sepak bola bumiputra Bandung.
  • 17 Desember 2023: PERSIB mengumumkan hasil kajian akademik dan menetapkan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi klub.

Kesimpulan

BIVB menjadi salah satu fondasi utama dalam sejarah PERSIB Bandung. Organisasi ini lahir dari kesepakatan perkumpulan sepak bola bumiputra di Bandung pada 5 Januari 1919.

Melalui BIVB, berbagai perkumpulan membangun wadah bersama untuk mengembangkan sepak bola. Organisasi tersebut juga mengambil bagian dalam pendirian PSSI pada 19 April 1930.

Perjalanan selanjutnya melibatkan perubahan organisasi, kemunculan PSIB dan NVB, serta proses pembentukan PERSIB pada dekade 1930-an.

Karena itu, memahami BIVB berarti menelusuri salah satu akar penting perjalanan Maung Bandung. Sejarah ini memperlihatkan bahwa PERSIB tumbuh melalui proses panjang yang melibatkan organisasi, masyarakat, dan perkembangan sepak bola nasional.


Sumber Rujukan

  1. Kaoem Moeda, 30 Desember 1918, pemberitahuan rencana vergadering pembentukan BIVB.
  2. Kaoem Moeda, 7 Januari 1919, pemberitaan vergadering Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond.
  3. Naskah Akademik Hari Jadi PERSIB, tim peneliti Universitas Padjadjaran, 2023.
  4. DetikJabar, “Menelisik Penetapan Hari Jadi Persib dari Naskah Akademik Tim Peneliti”, 3 Januari 2024.
  5. Kompas, “Alasan Persib Ganti Tanggal Lahir dari 14 Maret 1933 Menjadi 5 Januari 1919”, 19 Desember 2023.
  6. BandungBergerak, “Membaca Jernih Polemik Hari Lahir Persib Bandung: 1919 atau 1933?”, 16 Maret 2026.
  7. Pandit Football, “On This Day: Menyoal Tanggal Berdirinya Persib Bandung”, 14 Maret 2014.
  8. PSSI, catatan sejarah pendirian organisasi pada 19 April 1930.

Catatan Redaksi MEMÉRSIB: Artikel ini membedakan pembentukan BIVB pada 1919, peran organisasi tersebut dalam pendirian PSSI pada 1930, dan proses pembentukan PERSIB pada dekade 1930-an. MEMÉRSIB mengutamakan sumber sezaman dan kajian akademik untuk menjaga ketepatan kronologi sejarah.

Terkait: PERSIB Pedia · Tentang PERSIB · Sejarah PERSIB