Kategori: Persib

Pusat informasi PERSIB Bandung di MEMÉRSIB: kabar klub, musim berjalan, skuad, sejarah, prestasi, legenda, dan perkembangan penting Maung Bandung.

  • Jadwal Padat: Maung Butuh Napas Panjang

    Jadwal Padat: Maung Butuh Napas Panjang


    September 2026 bukan bulan biasa untuk Persib.

    6 September: Persib vs PSM Makassar. 12 September: Persija Jakarta vs Persib. 16 September: Persib memulai fase grup ACL Two. 20 September: Persijap Jepara vs Persib.

    Empat pertandingan dalam waktu sekitar dua pekan dengan tekanan, perjalanan, dan level lawan yang berbeda. Di sinilah kualitas kedalaman skuad Igor Tolić benar-benar diuji.

    Masalah pertama adalah recovery. Laga Manila Digger baru saja selesai ketika fokus harus kembali ke PSM. Tidak ada kemewahan persiapan panjang.

    Masalah kedua adalah rotasi. Pemain utama tidak mungkin terus dipaksa bermain penuh setiap pertandingan. Tolić harus tepat menentukan kapan seorang pemain bermain dan kapan diberi istirahat.

    Rotasi bukan berarti menurunkan kualitas. Justru rotasi yang tepat bisa menyelamatkan musim panjang.

    Masalah ketiga adalah perjalanan. Persija dan FC Seoul membuat periode ini semakin berat. Apalagi pertandingan melawan FC Seoul merupakan laga fase grup ACL Two.

    Persib membutuhkan skuad yang bukan cuma bagus, tetapi siap dipakai berkali-kali.

    Siga mesin perjalanan jauh: lain ukuranna ngan tina sabaraha gancang lumpatna, tapi sabaraha lila bisa terus jalan tanpa mogok.

    September bakal nguji éta kabéh.

    [MEMÉRSIB]
    Ngomongkeun Persib rasa Bobotoh

    Jelajah Persib 2026/27: Hub Persib 2026/27 · Jadwal · Statistik Persib · Klasemen · Top Skor Persib


  • Dion Markx Dipinjamkan, Bukan Dibuang

    Dion Markx Dipinjamkan, Bukan Dibuang


    Persib Bandung mengambil keputusan strategis terhadap Dion Markx.

    Bek muda tersebut dipinjamkan untuk musim 2026/27. Langkah ini diarahkan agar Dion mendapat kesempatan bermain lebih banyak sekaligus mendukung perkembangan sang pemain.

    Jadi, satu hal perlu ditegaskan: Dion bukan dilepas permanen. Statusnya adalah pemain pinjaman.

    Keputusan ini menunjukkan bahwa perkembangan pemain muda tidak hanya dilihat dari seberapa sering ia berada di skuad, tetapi juga dari seberapa banyak menit bermain yang bisa ia dapatkan.

    Daripada hanya menjadi pelapis tanpa menit bermain, bermain reguler di klub lain bisa menjadi pilihan yang lebih sehat untuk perkembangan Dion.

    Apalagi Persib akan menjalani musim yang padat dan persaingan tempat di skuad utama semakin keras.

    Baca juga: Ramon Tanque Dipinjamkan ke Chennaiyin FC

    Sekarang tinggal satu pertanyaan: Dion bisa balik ka Bandung sabaraha leuwih mateng?

    Itulah yang menarik untuk dikawal Memérsib. Bukan hanya ketika ia pergi, tetapi juga ketika nanti kembali. Untuk mengikuti posisi Dion dan komposisi pemain Persib, lihat Skuad Persib serta Transfer Watch.


  • Robby Darwis: Sang Kapten Legendaris Maung Bandung

    Robby Darwis: Sang Kapten Legendaris Maung Bandung

    Robby Darwis merupakan salah satu nama yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kejayaan PERSIB Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. Berposisi sebagai bek tengah/libero, Robby dikenal sebagai pemain tangguh sekaligus pemimpin di lini belakang Maung Bandung.

    Lahir di Bandung pada 30 Oktober 1964, Robby tumbuh menjadi salah satu pemain penting generasi emas PERSIB. Dalam perjalanan kariernya, ia ikut mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi untuk PERSIB dan menjadi bagian dari tim yang membawa nama Bandung berjaya di kompetisi nasional. (Transfermarkt)


    Awal Karier dan Menemukan Jalan Bersama PERSIB

    Robby Darwis memulai perjalanan sepak bolanya di Bandung. Ia pernah menimba pengalaman di klub lokal Arjuna dan SSB Capella.

    Menariknya, pada masa awal bermain, Robby tidak langsung berposisi sebagai pemain bertahan. Ia sempat bermain sebagai penyerang maupun gelandang serang sebelum kemudian berkembang menjadi pemain belakang.

    Pada 1979, Robby mengikuti seleksi PERSIB yang digelar di bawah pelatih asal Polandia, Marek Janota. Ia berhasil lolos seleksi dan kemudian masuk ke dalam pembinaan PERSIB.

    Beberapa tahun kemudian, Robby mulai masuk skuad senior. Namanya perlahan mendapatkan tempat di tim utama dan menjadi bagian dari generasi pemain yang kemudian dikenal sebagai salah satu generasi emas PERSIB. (Wikipedia)


    Menjadi Bagian dari Generasi Emas PERSIB

    Era 1980-an merupakan periode penting dalam perjalanan Robby Darwis.

    PERSIB memiliki generasi pemain yang sangat kuat. Di dalamnya terdapat nama-nama seperti Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Djadjang Nurdjaman, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, dan tentu saja Robby Darwis.

    Pada Kompetisi Perserikatan 1985/1986, PERSIB berhasil mengakhiri penantian panjang dengan menjadi juara.

    Robby termasuk dalam skuad yang membawa PERSIB meraih gelar tersebut. Dalam catatan sejarah PERSIB, Robby tercantum sebagai salah satu pemain belakang dalam skuad juara 1986. (Berita Persib Online)

    Gelar tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan Robby sekaligus awal dari periode panjang kesuksesan PERSIB.


    Empat Gelar Bersama Maung Bandung

    Salah satu alasan terbesar mengapa Robby Darwis begitu dikenang oleh bobotoh adalah koleksi gelarnya bersama PERSIB.

    Robby menjadi bagian dari PERSIB ketika klub meraih:

    • Juara Perserikatan 1985/1986
    • Juara Perserikatan 1989/1990
    • Juara Perserikatan 1993/1994
    • Juara Liga Indonesia 1994/1995

    Transfermarkt juga mencatat tiga gelar juara kompetisi nasional Robby bersama PERSIB pada musim 1985/86, 1989/90 dan 1994/95. Sumber sejarah PERSIB serta berbagai arsip olahraga mencatat keberhasilannya sebagai bagian dari skuad PERSIB yang meraih empat gelar pada periode tersebut. (Transfermarkt)

    Keempat gelar itu menjadikan Robby sebagai salah satu pemain dengan kontribusi terbesar dalam era kejayaan PERSIB.


    PERSIB 1986: Awal Era Kejayaan

    Gelar 1986 mempunyai arti khusus.

    Setelah bertahun-tahun menunggu, PERSIB akhirnya kembali menjadi juara kompetisi Perserikatan. Skuad yang saat itu dilatih Nandar Iskandar berisi banyak pemain muda hasil pembinaan.

    Robby Darwis berada di antara para pemain belakang PERSIB dalam skuad tersebut.

    Keberhasilan itu kemudian melahirkan istilah PERSIB ’86, yang merujuk kepada generasi pemain yang berhasil mengembalikan PERSIB ke puncak kompetisi nasional. (Berita Persib Online)

    Bagi Robby, keberhasilan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjangnya sebagai salah satu simbol pertahanan Maung Bandung.


    Membela PERSIB di Panggung Internasional

    Kesuksesan PERSIB tidak berhenti di kompetisi domestik.

    Pada 1986, PERSIB mendapatkan kesempatan tampil dalam Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam.

    PERSIB tampil impresif dan berhasil menjadi juara. Di partai final, PERSIB mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0 melalui gol Yusuf Bachtiar. Robby termasuk dalam skuad PERSIB pada turnamen tersebut. (Berita Persib Online)

    Prestasi itu menjadi salah satu pencapaian internasional penting dalam sejarah PERSIB.


    Sempat Berkarier di Malaysia

    Pada 1989, Robby Darwis sempat meninggalkan Indonesia untuk bermain bersama Kelantan FA di Malaysia.

    Perpindahan tersebut menjadi pengalaman berbeda dalam kariernya.

    Robby hanya menjalani periode singkat di Malaysia sebelum akhirnya kembali ke PERSIB pada tahun yang sama. Catatan National Football Teams mencatat Robby memperkuat Kelantan pada 1989, sementara sumber lain mencatat ia kembali ke PERSIB pada Desember 1989. (National Football Teams)

    Kepulangannya menjadi bagian penting dari kelanjutan karier Robby bersama Maung Bandung.


    Kembali Mengangkat Trofi

    Setelah kembali ke Bandung, Robby kembali menjadi bagian penting PERSIB.

    Pada musim 1989/1990, PERSIB kembali menjadi juara Perserikatan.

    Robby berada di lini belakang bersama sejumlah pemain yang kemudian menjadi nama besar dalam sejarah klub.

    Beberapa tahun kemudian, PERSIB kembali meraih gelar pada 1993/1994. Robby kembali menjadi bagian dari skuad juara.

    Dua gelar tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain penting dalam generasi emas PERSIB. (Transfermarkt)


    Sang Kapten di Era Liga Indonesia

    Kompetisi sepak bola nasional kemudian memasuki era baru.

    Kompetisi Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia.

    PERSIB tampil pada musim perdana Liga Indonesia 1994/1995 dengan skuad yang masih diperkuat banyak pemain generasi emas.

    Di bawah kepemimpinan pelatih Indra Thohir, PERSIB melaju hingga menjadi juara Liga Indonesia musim pertama.

    Robby Darwis menjadi kapten PERSIB dalam perjalanan tersebut. (Berita Persib Online)

    Kemenangan itu sangat bersejarah karena PERSIB menjadi juara Liga Indonesia edisi pertama.

    Dengan demikian, Robby telah menjadi bagian dari empat keberhasilan besar PERSIB pada era tersebut.


    Membawa PERSIB ke Kompetisi Asia

    Gelar Liga Indonesia 1994/1995 membawa PERSIB ke pentas Asia.

    PERSIB tampil dalam kompetisi antarklub Asia pada musim berikutnya.

    Menurut catatan sejarah PERSIB dan detikSport, PERSIB menjalani pertandingan menghadapi Bangkok Bank di Thailand pada September 1995 dan kemudian melanjutkan kiprahnya di kompetisi Asia. (detiksport)

    Bagi Robby, kesempatan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting di penghujung periode kejayaannya sebagai pemain PERSIB.


    Bersama Tim Nasional Indonesia

    Prestasi Robby di PERSIB membuat namanya mendapat perhatian di level nasional.

    Pada 1985, ia mulai dipanggil mengikuti pemusatan latihan tim nasional untuk persiapan menghadapi Asian Games 1986.

    Robby kemudian menjadi salah satu pemain penting Timnas Indonesia pada era tersebut.

    Ia juga memperkuat Indonesia dalam berbagai pertandingan internasional sepanjang dekade 1980-an dan 1990-an.

    Data Transfermarkt mencatat Robby memiliki 53 penampilan dan 6 gol bersama tim nasional senior Indonesia. (Transfermarkt)

    Robby juga menjadi bagian dari generasi Timnas Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 1987 dan 1991. (STEKOM)


    Bek yang Dikenal Tangguh

    Robby dikenal terutama sebagai pemain bertahan.

    Ia memiliki kemampuan membaca permainan, keberanian dalam duel, dan kepemimpinan yang membuatnya dipercaya berada di jantung pertahanan PERSIB.

    Posisinya tercatat sebagai bek tengah, dengan peran yang juga dapat dimainkan sebagai sweeper/libero. Tingginya tercatat sekitar 1,77 meter. (Transfermarkt)

    Namun, bagi bobotoh, Robby bukan hanya seorang bek.

    Ia adalah sosok yang identik dengan kepemimpinan di lapangan.


    Akhir Karier sebagai Pemain

    Setelah melewati perjalanan panjang bersama PERSIB dan sejumlah pengalaman di luar negeri, Robby akhirnya mengakhiri karier profesionalnya.

    Ia sempat memperkuat Persikab sebelum kemudian tercatat pensiun pada 1 Januari 2000. (Transfermarkt)

    Berakhirnya karier bermain Robby tidak berarti hubungannya dengan sepak bola berhenti.

    Ia kemudian melanjutkan perjalanan di dunia kepelatihan.


    Dari Pemain Menjadi Pelatih

    Setelah pensiun sebagai pemain, Robby Darwis tetap berada di dunia sepak bola.

    Ia pernah terlibat dalam kepelatihan, termasuk menjadi bagian dari jajaran pelatih PERSIB.

    Robby juga pernah dipercaya menangani PERSIB sebagai pelatih pada periode setelah karier bermainnya. Historia mencatat ia sempat melatih PERSIB pada 2008 dan 2010. (Historia.ID)

    Dengan demikian, perjalanan Robby bersama PERSIB tidak hanya terjadi sebagai pemain.

    Ia juga pernah kembali membantu klub dari sisi kepelatihan.


    Mengapa Robby Darwis Disebut Legenda?

    Status legenda tentu bukan sekadar karena lamanya seseorang bermain.

    Dalam kasus Robby Darwis, ada beberapa hal yang membuat namanya tetap dikenang.

    Pertama, loyalitas.
    Sebagian besar perjalanan kariernya berlangsung bersama PERSIB.

    Kedua, prestasi.
    Ia menjadi bagian dari empat tim PERSIB yang meraih gelar juara pada era Perserikatan dan awal Liga Indonesia. (Historia.ID)

    Ketiga, kepemimpinan.
    Robby dipercaya menjadi kapten ketika PERSIB memasuki salah satu periode paling sukses dalam sejarah klub.

    Keempat, Timnas Indonesia.
    Ia juga menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia selama lebih dari satu dekade. (Transfermarkt)

    Karena itulah, nama Robby Darwis tidak hanya tercatat sebagai mantan pemain PERSIB, tetapi sebagai salah satu simbol generasi emas Maung Bandung.


    Warisan Sang Kapten

    Bagi generasi bobotoh yang menyaksikan langsung era kejayaan PERSIB pada 1980-an dan 1990-an, Robby Darwis adalah sosok yang memiliki tempat tersendiri.

    Ia menjadi bagian dari generasi yang membawa PERSIB kembali berjaya di tingkat nasional.

    Dari PERSIB ’86, gelar 1989/1990, kejayaan 1993/1994, hingga trofi Liga Indonesia pertama pada 1994/1995, Robby selalu berada dalam cerita besar tersebut.

    Namanya kemudian menjadi bagian dari ingatan kolektif bobotoh tentang seorang kapten yang berdiri di garis belakang untuk menjaga Maung Bandung.


    Robby Darwis dalam Sejarah PERSIB

    Nama: Robby Darwis
    Lahir: Bandung, 30 Oktober 1964
    Posisi: Bek tengah / libero
    Klub junior: Arjuna, SSB Capella
    Klub: PERSIB Bandung, Kelantan FA, Persikab
    Timnas Indonesia: 53 penampilan, 6 gol menurut Transfermarkt
    Gelar bersama PERSIB: Perserikatan 1986, 1989/1990, 1993/1994; Liga Indonesia 1994/1995
    Pensiun: 2000 (Transfermarkt)


    Penutup

    Robby Darwis bukan sekadar nama dalam daftar pemain PERSIB.

    Ia adalah bagian dari sebuah generasi yang membangun kembali kejayaan Maung Bandung.

    Sebagai bek, ia menjaga pertahanan.
    Sebagai kapten, ia memimpin rekan-rekannya.
    Sebagai pemain PERSIB, ia ikut mengangkat trofi-trofi penting.

    Dan sebagai legenda, namanya tetap hidup dalam cerita PERSIB dari generasi ke generasi.

    Robby Darwis — Sang Kapten Legendaris Maung Bandung.


    Sumber Rujukan:
  • Skuad Persib 2026/2027

    PENJAGA GAWANG

    Teja Paku Alam
    14
    Teja Paku Alam
    Kiper · Indonesia
    Nilai pasar: Rp4,35 Miliar
    Fitrah Maulana
    81
    Fitrah Maulana
    Kiper · Indonesia
    Nilai pasar: Rp869,08 Juta
    Rhaka Syafaka
    Kiper · Indonesia
    Nilai pasar:

    PEMAIN BELAKANG

    Danijel Loncar
    ?
    Danijel Loncar
    Bek Tengah · Kroasia
    Nilai pasar: Rp8,69 Miliar
    Gabriel Mutombo
    3
    Gabriel Mutombo
    Bek Tengah · Prancis / RD Kongo
    Nilai pasar: Rp6,95 Miliar
    Patricio Matricardi
    48
    Patricio Matricardi
    Bek Tengah · Argentina
    Nilai pasar: Rp6,52 Miliar
    Júlio César
    4
    Júlio César
    Bek Tengah · Brasil / Portugal
    Nilai pasar: Rp5,21 Miliar
    Kakang Rudianto
    5
    Kakang Rudianto
    Bek Tengah · Indonesia
    Nilai pasar: Rp4,35 Miliar
    Sandy Walsh
    6
    Sandy Walsh
    Bek Kanan · Indonesia / Belgia
    Nilai pasar: Rp10,43 Miliar
    Kevin Pasha
    66
    Kevin Pasha
    Bek Kanan · Indonesia
    Nilai pasar:
    Faris Abdul
    Bek · Indonesia
    Nilai pasar:
    Dion Markx
    44
    Dion Markx
    Bek Tengah · Indonesia
    Nilai pasar: Rp173,82 Juta

    GELANDANG

    Dedi Kusnandar
    11
    Dedi Kusnandar
    Gelandang Bertahan · Indonesia
    Nilai pasar: Rp1,30 Miliar
    Thom Haye
    33
    Thom Haye
    Gelandang Bertahan · Indonesia / Belanda
    Nilai pasar: Rp15,64 Miliar
    Marc Klok
    23
    Marc Klok
    Gelandang Tengah · Indonesia / Belanda
    Nilai pasar: Rp6,52 Miliar
    Gakuto Notsuda
    17
    Gakuto Notsuda
    Gelandang Tengah · Jepang
    Nilai pasar: Rp6,95 Miliar
    Luciano Guaycochea
    8
    Luciano Guaycochea
    Gelandang Serang · Argentina
    Nilai pasar: Rp3,48 Miliar
    Berguinho
    97
    Berguinho
    Gelandang Serang · Brasil
    Nilai pasar: Rp5,21 Miliar
    Beckham Putra
    7
    Beckham Putra
    Gelandang · Indonesia
    Nilai pasar: Rp6,95 Miliar
    Eliano Reijnders
    2
    Eliano Reijnders
    Gelandang · Indonesia / Belanda
    Nilai pasar: Rp10,43 Miliar
    Ikhwan Tanamal
    40
    Ikhwan Tanamal
    Gelandang · Indonesia
    Nilai pasar: Rp1,30 Miliar

    SAYAP & PENYERANG

    Luka Menalo
    9
    Luka Menalo
    Sayap Kiri · Bosnia-Herzegovina
    Nilai pasar: Rp6,95 Miliar
    Rafi Rasyiq
    Sayap Kiri · Indonesia
    Nilai pasar:
    Mariano Peralta
    10
    Mariano Peralta
    Sayap Kanan · Argentina
    Nilai pasar: Rp13,04 Miliar
    Ragnar Oratmangoen
    Ragnar Oratmangoen
    Sayap Kiri · Indonesia
    Nilai pasar: Rp8,69 Miliar
    Balsa Sekulic
    99
    Balsa Sekulic
    Penyerang Tengah · Montenegro
    Nilai pasar: Rp10,43 Miliar
    Saddil Ramdani
    67
    Saddil Ramdani
    Sayap Kiri · Indonesia
    Nilai pasar: Rp6,08 Miliar
    Athaya Zahran
    36
    Athaya Zahran
    Sayap Kanan · Indonesia
    Nilai pasar:
    Uilliam Barros
    94
    Uilliam Barros
    Penyerang Tengah · Brasil
    Nilai pasar: Rp4,35 Miliar
    Ramon Tanque
    98
    Ramon Tanque
    Penyerang Tengah · Brasil
    Nilai pasar: Rp4,35 Miliar
    Catatan: Master terbaru Memérsib memuat 30 pemain. Nomor punggung menggunakan data terbaru yang telah ditetapkan. Tanda ? berarti nomor belum tersedia. Nilai pasar mengikuti data yang tersedia pada Transfermarkt. Tanda berarti nilai pasar tidak ditampilkan. Foto yang belum tersedia sengaja dibiarkan kosong dan dapat ditambahkan kemudian.
  • SAJARAH PERSIB

    SAJARAH PERSIB

    Ngarunut tapak panjang Maung Bandung ti mimiti ngadeg nepi ka jadi klub profésional.

    PERSIB lain ngan saukur ngaran klub sepak bola. PERSIB téh bagian tina carita panjang Kota Bandung, Jawa Barat, jeung perjalanan sepak bola Indonesia.

    Sadayana boga cikal bakal.

    Dina 5 Januari 1919, lahir Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), hiji perserikatan klub-klub sepak bola pribumi di Bandung. Ti dieu, hiji perjalanan panjang mimiti ditulis.

    Teu lila ti harita, dina 19 April 1930, BIVB jadi salah sahiji ti tujuh klub anu milu ngadegkeun PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). Jaman robah, perjuangan ogé terus lumangsung. BIVB ngalaman sababaraha transformasi, mimiti tina Inlandsche jadi Indonesische, tuluy robah jadi Perserikatan Sepakraga Indonesia Bandung (PSIB).

    Dina 18 Maret 1934, PSIB ngahiji jeung NVB (National Voetbal Bond) maka lahir ngaran anu nepi ka ayeuna jadi bagian tina kahirupan jutaan jalma, nyaéta PERSIB.

    Ti mangsa ka mangsa, PERSIB terus nyorang rupa-rupa fase. Ti jaman perserikatan, jaman profesional, nepi ka jadi salah sahiji klub panggedéna di Indonesia.

    Dina 9 Séptember 2009, PERSIB ngalakukeun transformasi. Klub resmi dikelola sacara profesional di handapeun PT PERSIB Bandung Bermartabat (PT PBB).

    Tapi hiji hal teu kungsi robah: PERSIB tetep PERSIB.

    Ngaran anu diwariskeun ti generasi ka generasi. Carita anu terus ditulis. Jeung identitas anu terus hirup dina diri Bobotoh. Sabab ngarti kana PERSIB ayeuna, moal lengkep lamun urang teu nyaho ti mana Maung Bandung ngamimitian lalampahanana.

    Hayu urang ngarunut deui sajarahna. Ti BIVB 1919, nepi ka PERSIB ayeuna. Ieu lain saukur sajarah klub. Ieu sajarah urang.

    [MEMÉRSIB]

    Sumber: persib.co.id


    Baca sajarah Persib salengkepna di dieu, tiasa ogé di-unduh