Kategori: Review

Ulasan sanggeus pertandingan, jalanna laga, performa pamaén, jeung catetan penting keur Persib

  • PERSIB 3–1 PSM: Comeback Nu Teu Gampang

    PERSIB 3–1 PSM: Comeback Nu Teu Gampang


    GBLA, Minggu malam. PERSIB tidak memulai laga dengan cerita yang ideal. Tapi justru dari situ lahir salah satu pesan penting dari kemenangan 3–1 atas PSM Makassar: Maung Bandung punya mental untuk bangkit.

    Gol Cepat PSM, Tapi PERSIB Teu Panik

    PSM datang dan langsung membuat PERSIB harus mengejar. Gol cepat pada menit keenam membuat Maung Bandung berada dalam situasi sulit sejak awal.

    Namun setelah tertinggal, PERSIB tidak langsung kehilangan kendali. Serangan tetap dibangun dan tekanan terus diberikan. Babak pertama memang belum menjadi milik PERSIB, tetapi tim tidak runtuh secara mental.

    Di titik ini, respons menjadi penting. Ketika tertinggal di kandang sendiri sejak menit awal, sebuah tim bisa semakin terburu-buru atau kehilangan kepercayaan diri. PERSIB memilih tetap bermain dan memperbaiki cara menyerangnya.

    Babak Kedua: Permainan Berubah

    Perubahan permainan terasa setelah turun minum. Intensitas serangan PERSIB meningkat dan Maung Bandung mulai lebih agresif menekan pertahanan PSM.

    Momentum itu langsung menghasilkan gol penyama. Patricio Matricardi muncul melalui situasi bola mati dan membuat skor menjadi 1–1.

    Matricardi: Bukan Cuma Bek

    Gol Matricardi menjadi pembuka jalan comeback. Kontribusinya tidak berhenti pada tugas bertahan. Dalam momen penting, sang bek mampu muncul sebagai pemain yang mengubah arah pertandingan.

    Gol tersebut juga mengangkat energi PERSIB. Setelah itu, permainan Maung Bandung semakin berani dan tekanan kepada PSM terus meningkat.

    Balsa: Datang, Main, Balikkeun Kaayaan

    Balsa Sekulić menjadi salah satu titik balik. Setelah masuk pada awal babak kedua, ia ikut menghadirkan energi baru dalam permainan PERSIB.

    Tak lama berselang, Balsa mencetak gol yang membawa PERSIB berbalik unggul 2–1.

    Dari tertinggal 0–1 menjadi unggul 2–1 dalam waktu singkat. PSM yang sebelumnya mampu mengendalikan situasi mendadak harus menghadapi PERSIB dengan intensitas berbeda.

    Barros Menutup Cerita

    PSM masih mencoba mencari gol penyama dan PERSIB tidak bisa sepenuhnya santai. Pertandingan tetap membutuhkan konsentrasi.

    Namun pada menit ke-81, Uilliam Barros memastikan kemenangan. Sepakannya membuat skor berubah menjadi 3–1 sekaligus menutup ruang bagi PSM untuk kembali ke pertandingan.

    Kalau Matricardi membuka jalan, Balsa membalikkan keadaan, maka Barros menjadi pemain yang mengunci comeback.

    Comeback Nu Teu Gampang

    Skor akhir memang terlihat meyakinkan. Tetapi proses menuju 3–1 sama sekali tidak gampang.

    PERSIB harus menghadapi gol cepat, situasi pertandingan yang tidak ideal, dan babak pertama dalam posisi tertinggal. Justru karena itu kemenangan ini punya nilai lebih.

    PERSIB tidak menang karena pertandingan berjalan sesuai rencana. PERSIB menang karena ketika rencana awal terganggu, mereka mampu mengubah permainan.

    Matricardi menyamakan. Balsa membalikkan. Barros mengunci.

    Dan di belakang semua itu ada satu hal yang paling penting: mental comeback.

    Artikel Terkait: Persib vs PSM: Start Juara, Ujian Pertama Maung Bandung

    Musim baru masih panjang dan banyak hal yang harus diperbaiki. Tapi kemenangan atas PSM memberikan satu modal penting bagi Maung Bandung: ketika PERSIB tertinggal, pertandingan belum selesai.

    Sakitu mah lain ngan comeback. Éta téh bukti yén PERSIB teu gampang nyerah.

    [MEMÉRSIB]
    Ngobrolkeun Persib rasa Bobotoh


  • Review: Persib 1-0 Manila Digger — 88 Menit Bikin Teu Ngeunah Cicing, Peralta Akhirna Ngabéréskeun!

    Review: Persib 1-0 Manila Digger — 88 Menit Bikin Teu Ngeunah Cicing, Peralta Akhirna Ngabéréskeun!

    PERSIB Bandung akhirnya memastikan langkah ke fase grup AFC Champions League Two 2026/2027 setelah menundukkan Manila Digger FC dengan skor 1-0 pada laga play-off di Stadion Si Jalak Harupat, Senin, 31 Agustus 2026. Kemenangan ini tidak datang dengan cara yang mudah. Persib harus menunggu sampai menit ke-88 sebelum Mariano Peralta mencetak gol penentu. Hampir sepanjang pertandingan Maung Bandung dibuat frustrasi oleh pertahanan Manila Digger yang berdiri rapat siga Témbok Cina. Tapi pada akhirnya, satu celah berhasil ditemukan, satu tembakan menjadi pembeda, dan satu tiket menuju fase grup akhirnya diamankan.

    Tanpa Bobotoh, Tapi Target Tetap Jelas

    Laga ini sejak awal memang berbeda. Si Jalak Harupat tidak dipenuhi lautan biru karena Persib harus menjalani pertandingan tanpa penonton sebagai bagian dari sanksi AFC. Tidak ada suara tribun yang biasanya membuat pertandingan kandang Persib terasa panas. Namun dukungan Bobotoh tetap hadir melalui Nobar Biru yang digelar di Bandung, Karawang, dan Cirebon. Jadi meskipun tribun kosong, Maung Bandung tidak benar-benar kehilangan dukungan. Sora tribun memang sepi, sora pemaén jeung wasit gogorowokan terdengar jelas tapi deg-deganna mah tetep aya.

    Persib juga turun dengan sejumlah keterbatasan. Uilliam Barros harus absen karena menjalani sanksi AFC, sementara Sandy Walsh, Luciano Guaycochea, dan Gakuto Notsuda juga tidak tersedia. Igor Tolić harus memaksimalkan pemain yang ada untuk satu target yang sangat sederhana: menang dan lolos.

    Babak Pertama: Persib Dominan, Manila Bertahan Bébéakan

    Sejak menit awal, Persib berusaha mengambil kendali permainan. Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki pemain Maung Bandung, tetapi Manila Digger sudah menyiapkan benteng pertahanan yang sulit ditembus. Mereka memilih bertahan rapat, mempersempit ruang, kemudian menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik cepat.

    Ragnar Oratmangoen mencoba membuka ruang dari sisi kiri, tetapi Manila cukup disiplin menjaga pertahanan. Setiap kali Persib mencoba masuk ke area berbahaya, ruang langsung ditutup. Persib terus mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain, tetapi peluang bersih sulit tercipta.

    Manila memang tidak banyak menyerang, tetapi justru itu yang membuat mereka berbahaya. Mereka tidak membutuhkan banyak penguasaan bola. Cukup menunggu Persib kehilangan bola, kemudian berusaha menusuk melalui transisi cepat.

    Persib akhirnya menutup babak pertama dengan skor 0-0.

    Secara permainan, Maung Bandung lebih banyak menguasai bola. Tetapi penguasaan bola saja tidak cukup kalau benteng lawan belum runtuh.

    Babak Kedua: Tolić Mulai Bongkar Benteng

    Persib meningkatkan tekanan selepas jeda. Menit ke-53, Luka Menalo mendapatkan peluang untuk membuka keunggulan, tetapi tembakannya masih melebar. Lima menit kemudian, Kakang Rudianto ikut membantu serangan, namun penyelesaiannya belum mampu mengubah skor.

    Igor Tolić kemudian melakukan perubahan pada menit ke-65. Luka Menalo dan Adam Alis ditarik keluar, sementara Berguinho dan Thom Haye masuk. Pergantian tersebut memberikan energi baru dalam serangan Persib.

    Bola mulai lebih sering berada di sekitar kotak penalti Manila Digger. Namun pertahanan lawan masih cukup solid. Persib geus ngadorong ti ditu ti dieu, tapi benteng Manila can rék rubuh.

    Waktu terus berjalan. Menit ke-77, Tolić kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Danijel Loncar untuk menggantikan Kakang Rudianto dan menarik Ragnar Oratmangoen.

    Persib membutuhkan gol. Jika skor 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir, pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.

    Dan situasi tersebut tentu bukan skenario yang diinginkan.

    Menit 88: Peralta Menjadi Pembeda

    Ketika pertandingan tinggal menyisakan beberapa menit, momen yang ditunggu akhirnya datang.

    Menit ke-88, Berguinho mengirimkan umpan kepada Mariano Peralta. Penyerang asal Argentina itu mendapatkan ruang dan langsung melepaskan tembakan kaki kiri.

    Gol!

    Bola bersarang di gawang Manila Digger.

    Persib 1-0 Manila Digger.

    Setelah 88 menit mencari celah, akhirnya Persib menemukan pintunya. Peralta menjadi orang yang membuka pintu tersebut pada saat yang paling dibutuhkan.

    Bench Persib langsung meledak dalam perayaan. Gol tersebut bukan hanya mengubah skor, tetapi juga menghilangkan tekanan besar yang sejak awal menggantung di pertandingan.

    Ahirna, aya kénéh jalan kaluar.

    Berguinho Masuk, Peralta Menyelesaikan

    Gol kemenangan Peralta juga menunjukkan pentingnya kedalaman skuad. Berguinho yang baru masuk pada menit ke-65 justru menjadi pemberi umpan untuk gol penentu.

    Ini menjadi salah satu catatan positif dari pertandingan. Ketika pemain utama mengalami kebuntuan, pemain dari bangku cadangan mampu memberikan solusi.

    Dalam musim yang bakal padat dengan pertandingan domestik dan Asia, situasi seperti ini akan sangat penting. Persib tidak bisa hanya mengandalkan sebelas pemain. Akan ada pertandingan ketika pemain pengganti harus menjadi pembeda.

    Dan malam itu, Berguinho melakukannya.

    Persib Tidak Menang Gagah, Tapi Menang Matang

    Kalau hanya melihat skor, Persib memang tidak tampil spektakuler. Hanya 1-0. Gol pun baru lahir satu menit sebelum waktu normal berakhir.

    Tetapi pertandingan seperti ini justru memperlihatkan sisi mental sebuah tim.

    Persib tidak panik ketika Manila bertahan dalam. Tidak terus-terusan memaksakan serangan. Tidak buru-buru kehilangan bentuk permainan. Mereka tetap mencoba sampai kesempatan akhirnya muncul.

    Meunang dina pertandingan hésé mah kadang leuwih penting tibatan meunang gampang.

    Persib memang masih punya pekerjaan rumah, terutama dalam membongkar pertahanan yang sangat rapat. Kreativitas di sepertiga akhir harus lebih tajam, sementara transisi setelah kehilangan bola juga perlu diperbaiki.

    Namun dari sisi mental, kemenangan ini memberikan sinyal positif. Persib mampu bertahan dalam pertandingan yang seret dan tetap menemukan cara untuk menang.

    Catatan Memérsib: Tong Kaburu GR

    Tiket fase grup sudah aman. Itu jelas harus dirayakan.

    Tetapi jangan sampai kemenangan 1-0 ini membuat semua masalah dianggap selesai. Can bérés, lur. Ieu kakara mukakeun panto.

    Di fase grup nanti, Persib akan menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi: FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel FC. Pertandingan seperti melawan Manila Digger menjadi pelajaran bahwa Persib membutuhkan kesabaran sekaligus kreativitas yang lebih baik ketika menghadapi lawan yang memilih bertahan.

    Kalau melawan Manila saja Persib harus menunggu sampai menit ke-88, maka di fase grup nanti setiap kesempatan harus dimanfaatkan lebih cepat.

    Satu Gol Membawa Persib OTW ke Asia

    Persib akhirnya melewati Manila Digger dengan skor 1-0. Tidak ada pesta gol, tetapi ada sesuatu yang jauh lebih penting: tiket menuju fase grup AFC Champions League Two 2026/2027.

    Peralta menjadi pahlawan. Berguinho menjadi pembuka jalan. Pertahanan menjaga keunggulan sampai peluit panjang. Dan Igor Tolić mendapatkan satu pertandingan penting untuk membaca perkembangan timnya.

    Maung Bandung kini tidak lagi berbicara soal lolos dari play-off. Tantangan sebenarnya sudah menunggu di fase grup.

    Manila Digger sudah dilewati. Bentengnya akhirnya jebol juga.

    Sekarang FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel yang menunggu.

    Baca juga: Review Persib 3-2 Bali United · Analisis Menuju ACL Two · Analisis Grup E ACL Two · Hub ACL Two 2026/27 · Hub Persib 2026/27

    Jadi, ulah kaburu GR.

    Persib sudah kembali ke panggung Asia. Sekarang waktunya membuktikan bahwa Maung Bandung bukan cuma datang untuk lewat.

    Sakali geus asup Asia, kudu boga nyali keur bertahan di dinya.

    Lanjutkeun: simak Hasil Pertandingan dan Statistik Pertandingan untuk data laga, Preview Persib vs Manila Digger untuk konteks sebelum laga, serta Hub ACL Two 2026/27 untuk perjalanan Persib di Asia.

    [MEMÉRSIB]
    Ngobrolkeun Persib ku rasa Bobotoh


    Posisi Editorial: MEMÉRSIB adalah media komunitas independen dan bukan media resmi PERSIB. Baca Tentang MEMÉRSIB.

  • Review: Persib 3-2 Bali United — Maung Juara, Tapi Naha Kudu Bikin Deg-degan?

    Review: Persib 3-2 Bali United — Maung Juara, Tapi Naha Kudu Bikin Deg-degan?

    PERSIB Bandung menutup Dewata Challenge Series 2026 dengan cara yang rada bikin jantung siga meunang kareuwas kakara aya lini. Sempat dua kali katinggaleun ku Bali United, Maung Bandung akhirnya melakukan comeback dan menang 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa malam, 18 Agustus 2026. Hasil ieu ngajadikeun Persib menyapu bersih dua pertandingan dengan enam poin sekaligus keluar sebagai juara turnamen pramusim tersebut. Sebelumnya, Persib menang telak 3-0 atas Sabah FC.

    Babak Kahiji: Ketat, Tapi Euweuh Gol

    Sejak awal pertandingan, Bali United tampil cukup agresif sebagai tuan rumah. Persib juga tidak tinggal diam, tetapi permainan kedua tim masih berlangsung hati-hati dan peluang bersih belum terlalu banyak. ‘Wak Haji’ Ragnar Oratmangoen sempat mengancam melalui tembakan dari luar kotak penalti, sedangkan Bali United juga punya kesempatan melalui Irfan Jaya yang berhasil ditepis Fitrah Maulana. Bali bahkan sempat mencetak gol melalui Teppei Yachida pada menit ke-41, tetapi dianulir karena proses serangan sebelumnya dinilai sudah keluar lapangan. Jadi, 45 menit pertama mah bisa disebut babak “silih toong”, henteu loba gaya tapi tegang.

    Babak Kadua: Ieu mah Kakara Dimimitian

    Memasuki babak kedua, pertandingan langsung berubah. Bali United membuka skor pada menit ke-53 melalui Brandon Wilson. Tembakannya mengenai pemain Persib sehingga Fitrah Maulana terkecoh dan bola masuk ke gawang. Persib teu kungsi lila ngalamun. Pada menit ke-55, Thomas Lam mendapat kartu merah langsung setelah ngabenyéng tak-tak Uilliam Barros di dina jero kotak larangan. Persib meunang pinalti dan Marc Klok menjalankan tugasnya dengan tenang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

    Unggul Jumlah Pemain, Tapi Persib Ngadon Tinggaleun Deui

    Nah, bagéan ieu nu rada matak gigideug sirah. Bali United bermain dengan sepuluh pemain, tetapi justru kembali unggul. Pada menit ke-59, Joao Ferrari mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan tendangan bebas Teppei Yachida. Persib kembali tertinggal 1-2. Secara situasi, Maung Bandung sebenarnya memiliki keuntungan jumlah pemain, tetapi Bali masih mampu memberikan perlawanan serius. Ieu jadi catetan penting: unggul jumlah pemain teu otomatis pertandingan jadi gampang.

    Balsa Sekulic: Datang di Waktu yang Pas

    Persib terus menekan dan mencoba memanfaatkan ruang yang muncul setelah Bali bermain dengan sepuluh pemain. Setelah beberapa peluang belum menghasilkan gol, Balsa Sekulic akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-88. Gol tersebut bermula dari penetrasi Aa Peralta di sisi kanan pertahanan Bali United kemudian crossing bola melalui kaki kirinya yang gagal diantisipasi anakna pelatih Timas Indonesia, bola liar akhirnya dimanfaatkan Balsem (Balsa Sekulic Montenegro, red). Skor berubah menjadi 2-2. Di titik ieu, pertandingan geus lain soal sekadar ngajaga posisi puncak. Persib mulai melihat peluang untuk membalikkan keadaan.

    Panglima Mutombo Jadi Pahlawan, Terus Malah Kartu Merah

    Bak ksatria yang rela mengorbankan nyawa demi menyelamatkan kerajaan dari kehancuran, namun harus gugur tepat di detik kemenangan diraih.

    Drama belum selesai. Pada menit ke-90+1, Saddil Ramdani mengirimkan umpan ke kotak penalti dan Gabriel Mutombo memenangkan duel udara. Sundulannya membuat Persib berbalik unggul 3-2. Comeback bérés. Tapi Mutombo kemudian menerima kartu kuning kedua setelah néjéh tiang bendera kornal ketika melakukan selebrasi. Jadi, pahlawan kemenangan sekaligus harus mandi lebih cepat. Ngan Persib mah geus meunang, jadi urusan kartu tinggal jadi bahan omongan di kamar ganti.

    Igor Tolić: Rotasi Jalan, Tapi Masih Banyak PR

    Laga ini juga menunjukkan bahwa Igor Tolić memang menggunakan Dewata Challenge Series sebagai laboratorium eksperimen. Persib melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Fitrah Maulana dipercaya menjaga gawang, sementara Danijel Lončar, Patricio Matricardi, Eliano Reijnders, dan Ikhwan Tanamal mengisi lini belakang. Di tengah ada Thom Haye, Marc Klok, Dedi Kusnandar, sedangkan Beckham Putra, Ragnar Oratmangoen serta Uilliam Barros menjadi trisula di depan.

    Sebelum pertandingan, Tolić memang menegaskan bahwa laga melawan Bali United akan digunakan untuk memberikan kesempatan kepada pemain baru dan pemain yang baru kembali dari tim nasional. Karena itu, ukuran keberhasilan Persib tidak cukup hanya dilihat dari skor. Yang lebih penting adalah bagaimana pemain-pemain tersebut beradaptasi dengan struktur permainan dan seberapa cepat tim menemukan kombinasi yang bisa digunakan ketika kompetisi resmi dimulai.

    Uilliam Barros, Peralta, Balsa: Ada Bahan untuk Dikembangkan

    Salah satu hal menarik dari pertandingan ini adalah kontribusi pemain yang berbeda dalam proses comeback. Uilliam Barros menjadi pemain yang memicu situasi penalti, Marc Klok menjadi eksekutor, Balsa Sekulic menyamakan kedudukan, sementara Gabriel Mutombo menjadi penentu kemenangan. Mariano Peralta juga ikut terlibat dalam proses gol kedua melalui akselerasinya sebelum memberikan bola kepada Balsa. Artinya, Persib tidak bergantung pada satu nama saja untuk menciptakan ancaman.

    Buat Igor, ieu mah bahan anu lumayan. Sebab Persib membutuhkan kedalaman skuad untuk menghadapi musim 2026/2027 yang jadwalnya tidak bakal santai sesantai mantai di Pantai Kuta atau Legian. Pemain yang mampu memberikan kontribusi dari bangku cadangan atau dalam situasi tertentu akan sangat penting ketika pertandingan resmi mulai datang bertubi-tubi.

    Tapi Ada Satu Masalah: Persib Masih Gampang Kena Serangan Balik

    Menang 3-2 tentu menyenangkan. Comeback juga keren. Tapi kalau mau jujur, ada beberapa hal yang masih kudu dibenerkeun. Persib kebobolan dua kali setelah Bali United kehilangan satu pemain. Artinya, keunggulan jumlah pemain belum langsung membuat struktur pertahanan Persib menjadi aman. Transisi bertahan masih harus diperhatikan, terutama ketika lawan berhasil mengirim bola ke area berbahaya dengan cepat. Dua gol Bali United menjadi pengingat bahwa Persib tidak boleh terlalu nyaman hanya karena unggul secara jumlah pemain.

    Di sisi lain, respons setelah kebobolan justru patut diapresiasi. Dua kali tertinggal, dua kali Persib mampu mengejar, bahkan akhirnya membalikkan skor. Mental seperti ini jelas lebih berharga dibanding sekadar menang besar dalam pertandingan pramusim.

    Dua Laga, Dua Kemenangan, Genep Gol

    Secara hasil, Persib boleh tersenyum. Maung Bandung memenangkan dua friendly match ajang Dewata Challenge Series: 3-0 atas Sabah FC dan 3-2 atas Bali United. Total lima gol dalam dua laga tersebut? Koreksi: Persib mencetak enam gol dan hanya kebobolan dua, dengan selisih gol +4. Hasil itu cukup untuk membawa Persib menjadi juara turnamen.

    Namun, jangan buru-buru GR. Ieu mah masih pramusim. Trofi boleh dibawa pulang, tapi Igor Tolić masih mempunyai banyak PR sebelum Persib masuk ke pertandingan yang benar-benar punya konsekuensi kompetitif. Pikiran Rakyat juga mencatat kemenangan ini menjadi modal menuju agenda berikutnya, termasuk persiapan playoff ACL Two melawan Manila Digger pada 31 Agustus 2026.

    Kesimpulan Memérsib: Meunangna Alus, Cara Meunangna nu Leuwih Menarik

    Persib menang 3-2, menjadi juara Dewata Challenge Series, dan menyapu bersih dua pertandingan. Dari sisi hasil, jelas mantap. Tapi dari sisi permainan, justru pertandingan melawan Bali United memberikan bahan evaluasi yang lebih banyak dibanding kemenangan 3-0 atas Sabah FC. Persib sempat tertinggal dua kali, menghadapi lawan yang bermain dengan sepuluh orang, lalu akhirnya mampu membalikkan keadaan melalui gol Balsa Sekulic dan Gabriel Mutombo. Pikeun ningali posisi laga ieu dina perjalanan musim, tingali Hub Persib 2026/27. Jeung pikeun konteks persiapan Asia, baca Hub ACL Two 2026/27.

    Baca ogé ieu: Preview Persib vs Bali United · Analisis ACL Two · Hub ACL Two 2026/27 · Hub Persib 2026/27

    Jadi, lamun ditanya apa yang paling penting dari laga ini, jawabannya bukan cuma trofi. Persib menunjukkan bahwa ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana, mereka masih bisa mencari jalan keluar. Tapi di sisi lain, lini pertahanan dan transisi masih kudu dirapihkeun. Ulah nepi ka unggul jumlah pemain malah kudu deg-degan nepi ka menit tambahan.

    Persib juara Dewata Challenge Series 2026. Dua laga, dua kemenangan. Tapi pekerjaan Igor Tolić belum beres.

    Pramusim geus bérés di Bali. Ayeuna tinggal ningali: ieu Maung bener-bener geus siap nyakar, atawa masih kudu diasah deui kukuna?

    [MEMÉRSIB]
    Ngobrolkeun Persib ku rasa Bobotoh


  • Ulasan Laga: Sabah FC 0-3 PERSIB, Meunang Gedé Teu Kudu GR

    Ulasan Laga: Sabah FC 0-3 PERSIB, Meunang Gedé Teu Kudu GR

    Persib Bandung memainkan laga persahabatan melalui Dewata Challenge Series 2026 melawana Sabah FC, tim Malaysia anu méméhna geus ngéléhkeun Bali United 2-1. Jadi lamun aya anu mikir ieu mah ngan laga pramusim, tinggal ulin nyantai bari mantai, sigana kudu rada ditarik deui omonganna. Persib datang ka Stadion Kapten I Wayan Dipta dina kondisi skuad anu can sagembléngna lengkep, tapi hasil ahirna malah matak ngeunah: Sabah FC 0-3 Persib Bandung. Tilu gol tanpa dibales hiji gé. PERSIB dina laporan resmina mastikeun kemenangan ieu jadi hasil penting dina bagian persiapan menuju musim 2026/2027.

    MVP Buka Keran Gol

    Gol kahiji Persib datang ti Mariano Peralta léwat titik pinalti. Ieu lain ngan saukur angka 1-0 dina papan skor, tapi jadi momen anu cukup menarik lantaran Peralta langsung nyumbangkeun gol dina salah sahiji penampilan awalna keur Persib. Jadi, can pati loba omong, can loba gaya, langsung méré bukti. Memang ieu kakara pramusim, tapi keur penyerang anyar, gol mah tetep gol. Minimal aya modal percaya diri keur neruskeun proses adaptasi jeung tim.

    Sabah Teu Sembarangan, Tapi Persib Teu Kabalieur

    Sabah FC sabenerna lain lawan anu bisa dirémehkeun. Maranéhna kakara ngéléhkeun Bali United 2-1 dina laga kahiji Dewata Challenge Series. Hartina, tim asal Negeri Jiran ieu datang mawa rasa percaya diri anu cukup gedé. Tapi Persib bisa ngajaga pertandingan tetep dina kontrolna. Sabah anu saméméhna bisa nyetak dua gol ka Bali United ayeuna kudu balik bari teu bisa ngabobol gawang Teja Paku Alam. Ieu bagéan anu cukup penting: clean sheet. Lini tukang Persib teu ngan saukur datang keur ngalengkepan formasi, tapi bisa ngajaga gawang tetep kosong nepi pertandingan réngsé.

    Menalo Milu Nyelap

    Sanggeus unggul, Persib teu eureun néangan gol tambahan. Luka Menalo nyieun gol kadua dina babak kadua. Gol ieu ngajadikeun posisi Persib leuwih aman sarta tekanan ka Sabah beuki gedé. Ieu anu rada matak resep: Persib henteu buru-buru maén aman pédah geus unggul. Aya usaha keur terus nyieun ancaman. Memang teu kudu langsung disebut sempurna, da ieu mah kakara hiji pertandingan, tapi sahenteuna aya tanda yén tim masih boga niat nyerang sanajan geus unggul.

    Étam Nutup Laga

    Menit-menit ahir pertandingan, Beckham Putra nambah hiji gol deui. Jadi skor ahir Sabah FC 0-3 Persib Bandung. Tilu gol datang ti tilu ngaran nu béda: Peralta, Menalo jeung Beckham. Ieu hal anu cukup menarik keur tim anu keur dina prosés nga-reset ulang. Artina, ancaman Persib teu kudu gumantung ka hiji pamaén hungkul. Mun hiji lini teu jalan, masih aya pamaén séjén anu bisa muncul. Beckham ogé ngabuktikeun deui yén dirina masih bisa jadi bagian penting dina permainan Persib. Media nasional saperti CNN Indonesia ogé mastikeun hasil 3-0 ieu jeung nyorot gol debut Peralta keur Maung Bandung.

    Tilu Gol, Clean Sheet, Tapi Ulah Waka GR

    Nah, ieu bagian anu paling penting versi Memérsib. Meunang 3-0 mah alus. Malah alus pisan. Tapi ulah can nanaon geus ngarasa Persib geus bérés kabéh. Ieu pramusim, lain final Liga. Tim masih dina proses, skuad ogé can pati lengkep, jeung Igor Tolić masih kudu néangan komposisi anu paling cocok. Persib memang meunang kalayan margin tilu gol jeung clean sheet, tapi masih aya loba hal anu kudu dibenerkeun saméméh kompetisi resmi dimimitian. Jadi hasil ieu kudu dijadikeun modal, lain alesan keur nyalsé.

    Igor Tolić Meunang Bahan Evaluasi

    Saacan pertandingan, fokus Persib memang lain saukur meunang. Pemusatan latihan di Bali dijadikeun bagian tina persiapan musim anyar, pertandingan ngalawan Sabah jeung Bali United dipaké keur nguji hasil latihan. Faris Abdul Hafidz ogé nyebut yén dua pertandingan di Bali penting keur ngukur hasil latihan, utamana dina komunikasi, fisik jeung teknik. Jadi tina sudut pandang éta, skor 3-0 téh bonus anu ngeunah. Igor meunang hasil, tapi leuwih penting deui meunang bahan keur evaluasi.

    Persib Can Full Team

    Nu kudu diinget ogé, Persib teu turun kalayan skuad anu sagemblengna lengkep. Sababaraha pamaén masih katingali sidéngdang di tribun penonton lantaran aya anu masih dibéré waktu istirahat sanggeus dines internasional.detikSport saméméhna ngalaporkeun yén Persib ngamimitian TC di Bali dina kondisi sababaraha pamaén Timnas can gabung. Jadi, lamun tim anu can lengkep waé bisa meunang 3-0, tangtu aya sinyal positif. Tapi sakaligus ieu jadi alarm yén kompetisi resmi engké bakal méré ujian anu leuwih beurat.

    Sabah Jadi Korban Kahiji, Bali Jadi Ujian Salajengna

    Kemenangan ieu ngajadikeun Persib ayeuna boga modal positif keur nyinghareupan pertandingan salajengna dina Dewata Challenge Series. Sabah méméhna geus ngéléhkeun Bali United 2-1, tapi Persib bisa ngéléhkeun Sabah 3-0. Dina konteks turnamen ieu, Persib ayeuna jadi tim anu boga posisi alus. CNN Indonesia ogé ngalaporkeun yén Persib mingpin klasemen Dewata Challenge Series sabada kemenangan ieu.

    Tapi ayeuna datang episode anu leuwih menarik: Bali United. Persib bakal ngalawan Serdadu Tridatu poé Salasa tanggal 18 Agustus. Di dieu urang bisa ningali naha hasil 3-0 ngalawan Sabah téh memang tanda perkembangan, atawa ngan ukur hiji pertandingan anu kabeneran berjalan mulus. Sabab Bali tangtu moal hayang deui jadi korban dina turnamen sorangan.

    Jadi, Naon Hikmah Ti Laga Ieu?

    Aya sababaraha oleh-oleh nu bisa dibawa balik ku Persib ti Gianyar. Kahiji, Peralta geus muka rekening gol. Kadua, Menalo langsung ningalikeun kontribusi. Katilu, Beckham masih bisa jadi ancaman di lini hareup. Kaopat, lini tukang bisa clean sheet. Jeung kalima, anu paling penting, Persib meunang kalayan permainan anu leuwih meyakinkan tibatan ngan saukur ngandelkeun hoki. Tapi deui, ieu kakara hiji pertandingan. Bobotoh ulah langsung terbuai ku skor 3-0, sabab perjalanan musim masih panjang.

    Memérsib Nyebut: Meunang Mah Meunang, Tapi PR Can Bérés

    Mun ditanya puas atawa henteu? Puas atuh. Persib meunang 3-0, saha anu rék ngomong teu puas? Tapi Memérsib mah moal kaburu nyieun mahkota tina hiji pertandingan pramusim. Persib ayeuna keur nyusun deui tim, Igor Tolić keur néangan bentuk permainan, pamaén anyar keur adaptasi, jeung sababaraha pamaén penting ogé can lengkep. Jadi skor 3-0 ieu leuwih hadé dianggap minangka sinyal positif, lain bukti yén Persib geus jadi mesin anu teu boga masalah.

    Nu jelas, Sabah geus ngasaan sorangan kumaha bédana ngalawan Maung Bandung. Ti mimiti ngéléhkeun Bali United 2-1, ayeuna malah kudu nampa tilu gol tanpa bisa ngabales. Persib meunang, clean sheet, Peralta nyetak gol debut, Menalo nyusul, Beckham nutup pesta. Lumayan lah.

    Baca ogé ieu: Preview Sabah FC vs PERSIB · Review Persib 3-2 Bali United · Hub Persib 2026/27

    Ayeuna tinggal hiji pertanyaan: bisa teu performa ieu diteruskeun ngalawan Bali United? Sabab lamun Persib bisa deui nunjukkeun perkembangan anu sarua, meureun urang bisa mimiti ngomong yén aya bentuk anu keur kabentuk di leungeun Igor Tolić. Tapi lamun balik acak-acakan deui, nya geus, urang balik deui kana kalimat klasik: “ieu mah masih pramusim, lur.”

    Keur ayeuna mah cukup: Sabah FC 0-3 PERSIB. Maung meunang. PR can bérés. Tapi sahanteuna, aya hasil anu bisa dibawa balik ti Bali.

    [Memérsib]
    Ngobrolkeun Persib ku rasa Bobotoh